Wednesday, February 6, 2019

Pendidikan itu Tidak Penting-ajengSfd,Kreator&EntreuprenerMuda

PENDIDIKAN ITU TIDAK PENTING

.
.
.



Wow!! Judul diatas Memang Pesimis dan Provokatif..
 Tetapi sebagian dari kita masih baranggapan hal  yang serupa akan pendidikan. Kita bahkan sering mendengar pernyataan bahwa buat apa sekolah tinggi-tinggi? toh kalau perempuan ujung-ujungnya di dapur juga. Buat apa punya ijazah? toh pendidikan tinggi tidak menjamin hidup makmur, belum tentu dapat kerja, banyak tu sarjana yang pengangguran! Pendidikan belum tentu menjamin seseorang untuk sukses. Pertanyaan dan anggapan ini masih berkembang di lingkungan masyarakat kita. Cobalah sejenak kita membaca kembali petikan wawancara dengan Bob Sadino, orang yang sukses dalam dunia usaha dan bisnis.
___________


Siapa guru-guru terbaik anda?

Alam. Saya melihat anak-anak, saya lihat pohon, matahari, jalanan, batu, sekeliling saya aja. Apa orang itu ndak bisa belajar dari batu? Banyak orang tua yang tidak rela anaknya tidak sekolah.

 Mungkin ada kekhawatiran kalau tidak sekolah nanti tidak bisa hidup?

Apakah mereka tahu dengan sekolah itu anaknya bisa hidup? Apakah nggak sebaliknya, malah karena sekolah dia nggak akan bisa hidup? Kalau saya jadi kamu, segera setelah jadi orang tua, yang saya ingat adalah obrolan saya dengan Bob Sadino. Apakah sekolah itu jaminan bahwa anak itu nanti akan berhasil? Saya hampir pasti kalau kamu jadi orang tua kamu akan paksa anakmu untuk sekolah. Kalau kamu orang tua yang percaya, bahwa dengan sekolah anak itu bisa sukses,  saya cenderung mengkategorikan kamu sebagai orang tua yang tidak bener. Pertama, kamu malas tidak mau mendidik anak sendiri. Kedua, kamu mengandalkan orang lain. Kalau kamu menghendaki anakmu melakukan setiap yang kamu inginkan, kamu orang tua yang paling egois. Bukankah setiap anak itu bebas memilih apa pun yang dia inginkan? Tanpa sadar kamu sedang memperkosa pikiran anakmu. Itu menurut Bob Sadino!

__________

Ada pemikiran, pendidikan adalah warisan terbaik bagi anak?

Kalau semua orang bilang begitu, saya yang akan bilang tidak! Kamu belum menarik garis sekolah itu apa, belajar itu apa. Alangkah prihatinnya saya. Kasihan sekali pada orang tua yang mendidik anaknya, dengan menyuruh si anak masuk di sebuah ruangan yang dibatasi oleh empat dinding. Bukankah dunia ini lebar? Warisan disempitkan menjadi satu; sekolah. Yang lain-lain nggak dianggap warisan, alangkah sempitnya pemikiran itu. Anak-anak saya ya saya sekolahkan. Tapi setelah itu saya bebaskan, mau apa terserah. Tidak pernah saya paksakan. Dan walau anak-anak saya selesai sekolah, ternyata mereka juga ndak senang sekolah.

 Apakah ide-ide semacam ini bagus untuk orang-orang di bangku sekolah?

Saya selalu mengatakan, bagi mereka yang memaksakan kepingin sukses, jawaban saya sangat sederhana dan sangat tidak populer. Kalau kamu mau sukses, besok kamu berhenti sekolah. Dan jelas tidak ada satu orang pun yang mau nurut kata-kata saya. Padahal dia sedang mencari dan mengejar sukses. Mungkin orang merasa tidak aman jika meninggalkan sekolah dan tidak punya ijazah? Kamu tahu berapa ribu sarjana yang nganggur. Apakah itu aman buat mereka? Kemarin saya ke IPB sedang mewisuda 1.200 sarjana. Dari 1.200 sarjana yang kemarin diwisuda itu, berapa yang dapat pekerjaan, saya tidak tahu. Yang saya tahu hanya beberapa gelintir saja. Artinya kamu menyekolahkan anak untuk mencapai suatu tujuan, yaitu masuk pada suatu tempat yang tidak aman. Itu jelas sebetulnya. Tapi mengapa paradigmanya tidak pernah mau digeser-geser? Karena itu budaya dari nenek moyang. Orang tua maunya gampang. Sebetulnya sekolah  itu hanya wakil saja dari orang tua. Kalau orang tua yang prihatin, ya dia didik sendiri anaknya.

……………….

Pernyataan Bob Sadino merupakan fakta yang terjadi di lingkungan sekitar kita. Tidak menjamin orang yang memiliki jenjang pendidikan yang tinggi dapat sukses dalam kehidupannya. Sekolah kurang, belum, dan tidak mampu memberikan peluang untuk sukses tadi. Bagi seorang Bob Sadino sekolah BUKAN-lah satu-satunya lembaga pendidikan yang utama bagi pendidikan seorang anak. Tanggung jawab pendidikan terletak pada orang tua. Sekolah bukanlah satu-satunya lembaga pendidikan yang  dapat menghantarkan kesuksesan seseorang. Banyak faktor yang mempengaruh jalan hidup seseorang mencapai kesuksesan.

Benarkah pendidikan itu tidak penting? Pendidikan itu jelas sangatlah penting. Pendidikan tidak hanya didapat dari sekolah. Alam, lingkungan dan pengalaman adalah alat dan lembaga yang mendidik manusia. Agamapun mengajarkan kita untuk menuntut ilmu. Orang tua diperintahkan untuk mengajarkan dan mendidik anak-anaknya. Ilmu tanpa agama itu buta, dan agama tanpa ilmu itu sia-sia.

            Lembaga pendidikan harus sesegera mungkin berbenah diri dari berbagai masalah yang dihadapinya. Sekolah harus menciptkan manusia yang berfikir dinamis tidak statis. Harus mampu membangun jiwa pemimpin bukan jiwa bawahan.

Beberapa persoalan umum yang menjadi pekerjaan rumah untuk diselesaikan antara lain:

Kemiskinan, Gembar-gembor pemerintah dengan memberikan layanan pendidikan gratis masih dianggap rancu dan banyak sekali terjadi penyimpangan. Terutama dalam hal dana (namanya saja Negara korup, apa saja bisa di korup), sehingga masih banyak lapisan masyarakat kita yang tidak bisa merasakan pendidikan yang layak.
Sistem pendidikan, sistem pendidikan haruslah mampu menjamin pemerataan. Mmm, teorinya tapi tidak praktik-nya. Tetap saja si-miskin mendapatkan penolakan-penolakan dari berbagai sekolah. Terutama sekolah yang memiliki “reputasi”.
Tingkah pendidik dan peserta didik. Guru adalah pahlawan tanpa tanda jasa. Slogan yang dirasakan memudar maknanya dengan banyaknya tingkah guru yang mangkir dari tempat tugas (apalagi yang ditempatkan di pelosok desa), banyak guru yang hanya sekedar mengajar (mungkin faktor gaji yang kecil) tanpa mendidik. Siswa sebagai peserta didik masih banyak yang sekolah hanya mengejar nilai dan ijazah. Ini dikarenakan sistem pendidikan hanyalah bersifat formal, yang dicari hanyalah legitimasi sehingga tidak mampu menciptakan generasi yang cakap dan siap terjun di masyarakat.


Nah, pola fikir dan keadaan seperti inilah yang membuat munculnya pertanyaan-pertanyaan serta anggapan di atas tadi. Sekiranya struktur pendidikan itu terjadi pembenahan dan perubahan yang didasarkan kepada memanusiakan manusia sehingga mampu menciptakan manusia yang unggul baik pengetahuan, agama dan keahlian.

Dari sumber fikiran

Ajeng syifa datta , Kreator & Entreuprener Muda


Sunday, December 23, 2018

Entrepreneur Muda

Bob Sadino: Kuliah Itu Goblok, Besok Jangan Masuk Kuliah Lagi


.
.
.




      Pengusaha 'Nyentrik' Bob Sadino wafat pada Senin, 19 Januari 2015 lalu. Namun pengusaha nyentrik, begitu ia biasa disebut meninggalkan banyak warisan melalui pernyataannya. Semasa hidup, Bob memang dikenal sebagai sosok yang unik. Salah satu ciri uniknya adalah selalu bercelana pendek. Bob selalu mengenakan celana pendek dalam berbagai kesempatan.

Bob dianggap menjadi guru terbaik yang mengajarkan soal kehidupan, tidak cuma tentang bisnis. Gaya berbusana dan tampilan yang nyentrik menjadi ciri khas Bob Sadino. Pola pikir unik di luar teori maupun buku teks ekonomi menjadikan pengusaha kawakan ini dikenal sebagai entreprenuer sejati.

Namun, sejumlah pernyataannya tak luput dari perdebatan hingga menyebabkan kontroversi. Bahkan, menyebabkan beberapa mahasiswa akhirnya terinspirasi dengan pernyataannya yang 'menyesatkan' sehingga memutuskan berhenti dari bangku kuliah.

Pebisnis dengan nama lengkap Bambang Mustari Sadino tersebut mewarisi dan memberi inspirasi hebat bagi banyak kalangan. Pemikiran beken Bob Sadino dikenal dengan nama 'GoBlog Management'. Ajaran 'menyesatkan' dan pernyataan 'goblok' Bob begitu dikenal luas.

Berikut pernyataan 'menyesatkan' Bob Sadino yang paling menginspirasi dan melekat di ingatan mahasiswa.

"Kuliah itu hanya memasukkan ‘sampah’ ke kepala Anda"
Pernyataan Bob ini dilontarkan di sebuah seminar perguruan tinggi yang dihadiri ratusan mahasiswa. Bagi setiap orang yang masih kuliah mendengar statement Bob ini pasti protes, tidak terkecuali peserta seminar yang notabene masih kuliah. Mereka merasa terhina dengan apa yang dilakukan setiap hari berarti hanya memasukkan sampah ke kepala mereka. Pernyataan Bob ada benarnya, karena memang apa yang dipelajari di bangku kuliah banyak yang tidak dipakai di kemudian hari. Dalam prakteknya di lapangan, tidak semua yang dipelajari di bangku kuliah dapat diaplikasikan. Sementara, apa yang dipelajari tapi tidak dapat diaplikasikan itu akan menjadi sia-sia atau 'sampah' bagi otak mahasiswa.

"IPK diatas 3 koma tandanya Anda calon karyawan"
Sangat masuk akal. Jika kuliah kok IPK-nya diatas 3, itu tandanya calon karyawan. Kecenderungan mahasiswa yang memiliki IPK bagus biasanya memiliki idealisme tinggi, mengaplikasikan ilmunya. IPK diatas 3 juga identik dengan mudahnya mendapatkan kerja. Mereka tidak lain adalah yang melamar pekerjaan di perusahaan dan menjadi karyawan. Apa ada mahasiswa yang IPK diatas 3, kemudian memilih berbisnis? Ada, tapi sangat sedikit. Itulah mengapa bob sadino justru mengajarkan, kalau mau sukses bisnis IPK harus jeblok. Karena mau cari kerja juga susah, dengan demikian tidak memiliki pilihan lain selain berwirausaha. Sebab itu Bob selalu mengatakan di setiap seminarnya, "Jika mau sukses, jangan mau jadi karyawan".


Kuliah itu goblok, siapa yang hadir di seminar ini, besok jangan masuk kuliah"
Masih seminar di kota yang sama, Bob secara terang-terangan menyampaikan jika "kuliah itu kegiatan goblok, siapa yang hadir di seminar ini, besok jangan masuk kuliah". Sangat frontal memang, menyampaikan statement yang sangat bertentangan dengan apa yang dipikirkan ratusan mahasiswa dan akademisi yang menghadiri seminar itu. Tentu saja banyak peserta yang kemudian menjadi heboh, maklum sebagian peserta seminar itu adalah anak muda yang polos, lugu, dan baru semangatnya mencari jati diri. Bahkan, sebagian mereka nyeletuk "bayar ikut seminar, kok malah nyuruh berhenti kuliah". Maksud pernyataan Bob, sebenarnya masuk akal. Namun bagi sebagian orang ini justru menyesatkan. Jika Anda pada akhirnya mencapai karir sebagai pebisnis restoran, padahal anda kuliah di fakultas teknik, terus apa gunanya yang anda pelajari di bangku kuliah? ini istilah yang tepat adalah "goblok" versi Bob Sadino.


"Kalo Mau Sukses ya Bisnis Sayuran"


Wajar saja, sebab Bob memang pengusaha sayuran. Bob Sadino membawahi PT Kemchick dan Kemfood dengan bisnis utamanya pertanian, makanan olahan hasil pertanian, dan peternakan. Hal ini menunjukkan Bob konsisten dengan apa yang diucapkan. Dia mengajarkan apa yang dilakukannya, menunjukkan apa yang sudah dilalui, jadi tidak asal bunyi.

"Bisnis hanya modal dengkul, jika Anda tidak punya, Pinjam dengkul orang lain"

"Mau gak kira-kira kalo dengkulnya dibeli 500 juta? tidak mau kan, berarti Anda punya modal 1 miliar dengan 2 dengkul Anda," ujar Bob. Begitulah karakter Bob yang ‘menyesatkan’ bagi sebagian orang yang hanya menangkap apa yang diucapkan tapi bukan apa yang ingin disampaikan, beruntung bagi orang yang telah 'disesatkannya' kejalan kebaikan kemudian menjadi entrepreneur dan sukses. Jika gagal, maka wajib menghabiskan kegagalan itu hingga hanya keberhasilan yang tersisa.

Pesan dari Penulis : jika anda ingin tidak kuliah pastikan anda punya mimpi (big dream )  mimpilah setinggi -tingginya


Sumber Penulis : @connectingPeopleSelf

Thursday, September 13, 2018

Paytren BIsnis Cerdas-AjengSFD blog


PayTRen BISNIS CERDAS INDONESIA

_Assalamualaikum_

*MENCETAK PENGUSAHA-PENGUSAHA BARU, DAN MEMBERIKAN PELUANG UNTUK MENDAPATKAN INCOME TAMBAHAN DILUAR GAJI POKOK, APAKAH ANDA TERMASUK SALAH SATUNYA? GABUNG PAYTREN SEKARANG JUGA UNTUK MEMULAI*

Punya 325 ribu Sekarang?
Langsung Take Action Aja!

Bisnis Paytren Ustadz Yusuf Mansur, Insyaa Allah Aman & Berkah..

Segera alihkan semua transaksi kita dengan menggunakan aplikasi PayTren.

Pertanyaannya??


Kenapa harus PayTren?
Apa sih Paytren itu?

PayTren adalah alat aplikasi pembayaran yang memudahkan anda dalam bertransaksi apa saja.
Dipimpin lansung oleh Ustadz Yusuf Mansyur Pengasuh PP DARUL QURAN para penghapal Al-Quran.

*Manfaat & Keuntungan PayTren*

Bergabung dengan PayTren tidak beresiko, semua keputusan ditangan anda. Bersama PayTren, anda dapat merasakan manfaat sekaligus memperoleh peluang bisnis yang unik.

Anda memiliki kesempatan untuk memilih;
apakah anda ingin memperoleh penghasilan tambahan maupun ingin membangun sebuah karir. adalah alat aplikasi pembayaran yang memudahkan anda dalam bertransaksi apa saja.
Dipimpin lansung oleh Ustadz Yusuf Mansyur Pengasuh PP DARUL QURAN para penghapal Al-Quran.

*Manfaat & Keuntungan PayTren*

Bergabung dengan PayTren tidak beresiko, semua keputusan ditangan anda. Bersama PayTren, anda dapat merasakan manfaat sekaligus memperoleh peluang bisnis yang unik.

Anda memiliki kesempatan untuk memilih;

apakah anda ingin memperoleh penghasilan tambahan maupun ingin membangun sebuah karir.


_Repost Ust. Yusuf Mansur :_

Orang pada nanya, keuntungan apa sih pake PayTren? Tapi banyak yg  pertanyaannya, egois. Pribadi. Ke diri sendiri.

Yakni, pertanyaannya buat apa? Keuntungannya apa? Apalagi pake PayTren, bayar dulu. Ga kayak aplikasi lain.

Buat saya dan kami2, PayTren adalah PERJUANGAN. Untuk berdaulat di negeri ini. Masa semua pake punya yang lain? Kapan pake punya kita sendiri? Ga sadar apa ya? Apa sih yang dimiliki oleh kita2?

Kita suka dikasih gratis. Yg gratis itu yang kemudian malah jd nya dibeli mahal sekali. Yg dibeli, jiwa kita, kenyamanan kita, kebebasan kita, negeri kita, tanah kita... Sesuatu yang kerap disebut orang: Data. Kita membeli tidak gratis. Tapi kita membayarnya dengan data. Dan data itu adalah nyawa kita semua.

PayTren itu Indonesia. Sangat layak diperjuangkan oleh kwn2. Minimal, dg perkataan baik. Dg baik sangka. Ibarat tentara, maka PayTren adalah Your Army. Tentaranya Anda semua. Berjuang di lapangan ekonomi yang sangat dikuasai oleh yang lain.

Kemaren, di Amerika. Masyarakat sana, masyarakat Indonesia, SANGAT MEMBAHAGIAKAN DAN MENDUKUNG KAMI. Mereka happy-surprise. Ada PayTren. Seakan ada yang berjuang di garis depan. 

Apa kata salah satu dari mereka? Pak Dudi, karyawan senior di Boeing, Seattle, Amerika? "Pak Ustadz, aplikasi yang kami ga kenal aja, siapa yang punya, buat apa nanti duit kita? Yang didapat mereka? Kami pake koq. Sebab kami emang butuh. Apalagi PayTren. Kami kenal yang punya. Dan tau buat apa nanti dananya."

Happy PayTren. Ini bukan curhat, hehehe. Tapi Morning Spirit...
@yusufmansur 
---
Ini buat anda para pejuang paytren


#Salam Sukses Berjamaah